f

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

xiu


Minggu, 02 Desember 2012

C. Penggunaan Columns


C.    Penggunaan Colums pada Ms.Word 2007

Fitur Columns (kolom) di Microsoft Word biasanya digunakan untuk mengatur teks seperti pada koran atau jurnal penelitian yang terbagi menjadi beberapa kolom.

1.      Cara membuat
Pilih Orientasi kertas pada Page Layout tab, Page setup grup , klik orientation, kemudian pilih portrait atau landscape.


2.      Pilih kumpulan teks seperti teks berikut.


3.      Pada Page Layout tab, Page Setup grup, klik Columns.
4.      pilih two untuk membuat dua kolom

5.       Pada contoh ini terdiri dari dua bagian:
  1. Judul (Lorem Ipsum) = satu kolom.
  2. Isi = dua kolom.
Untuk gabungan ini, Microsoft Word akan otomatis membuat Section Break (Continuous).
6.        Pada kolom, teks akan mengalir sampai batas bawah halaman kemudian baru berpindah ke kolom selanjutnya.

7.      Jika Anda tidak menginginkan teks sampai batas bawah halaman maka dapat menggunakan Column Break.

Caranya:
  1. Letakkan kursor di depan teks yang akan dipindahkan.
  2. Pada Page Layout tab, Page Setup grup, klik Breaks.
  3. Pada bagian Page Breaks, pilih Column.
  4. Microsoft Word akan memindahkan teks ke kolom berikutnya.

B. Membuat Table/Menyisipkan Table baru Ms.Word 2007


B.   Membuat Table/Menyisipkan Table baru Ms.Word 2007

Microsoft Word juga dapat mnyisipkan objek berbentuk table ke dalam dokumen dengan cara :

Ø  Klik tab insert lalu klik icon table pada grup tables.
Ø  Lalu sorot banyaknya kolom dan baris yang akan disisipkan.
Ø  Apabila kolom dan baris yang akan disisipkan dalam jumlah yang banyak , maka setelah menekan icon table dilanjutkan dengan menekan insert table yang akan menampilkan kotak dialog  Insert Table.

Ø  Pada number of coloums, tentukan banyak kolom yang akan disisipkan.
Ø  Pada number of rows, tentukan banyak baris yang akan disisipkan.
CONTOH :


Sabtu, 01 Desember 2012

A. Membuat dokumen baru pada Ms.Word 2007


A.    Membuat Dokumen baru pada Ms.Word 2007
Jika kita baru memulai mengoperasikan microsoft word, biasanya akan langsung ditampilkan dokumen kosong yang siap ditulisi. Namun , jika computer tidak secara otomatis menyediakan dokumen kosong, berikut cara alternative membuat dokumen baru .

Ø  Klik tombol Microsoft office , lalu klik new
Ø  Maka akan keluar kotak dialog New, seperti di bawah ini :

Ø  Pada kotak dialog new document, dibawah menu Templates, terdapat beberapa pilihan seperti :
  •   Blank document, untuk dokumen yang kosong.
  •   Installed template untuk membuat dokumen dari beberapa template yang disertakan dalam paket Microsoft Word.
  •   My Template untuk dokumen dan template buatan.
  •  New from existing untuk membuat dokumen dari beberapa template yang terdapat pada file yang telah disimpan.
  •   Jika computer yang digunakan terhubung internet, kita juga dapat menggunakan template yang disediakan pada Microsoft office Online. Jika sudah dipilih, klik Create.

Atau bisa juga menggunakan alternative lain :
Ø  Klik tombol new dokumen yang ada pada toolbar quick access (jika sudah dibuat).
Ø  Apabila pada toolbar Quick Access belum terdapat icon file, klik gambar panah diujung toolbar, lalu klik (tandai) pada kata new.
Ø  Selain kedua alternatife di atas, bisa juga dengan langsung menkan tombol  CTRL + N pada keyboard, maka dokumen baru akan ditampilkan dilayar.

Selasa, 20 November 2012

Prototype Model


APA ITU PROTOTYPE ?










Rounded Rectangle: Planning




Rounded Rectangle: System Prototype

 





Rounded Rectangle: ImplementationRounded Rectangle: Design                                                                             












 





PROTOTYING
Adalah merupakan salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem Jenis-jenis prototyping:
1. Feasibility prototyping
2. Requirement prototyping
3. Desain Prototyping
4. Implementation prototyping Keuntungan dari prototipe

Prototype
Adalah sebuah Javascript Framework yang dibuat untuk memudahkan membangun proses aplikasi berbasis web.
Selanjutnya, kita juga perlu mengetahui “apa saja tahapan yang diperlukan dalam membuat suatu protoype?”. Agar kita dapat mengetahui hal-hal penting yang perlu dilakukan dalam pembuatan prototype tersebut. Berikut ini adalah tahapan dalam pembuatan suatu prototype:
1. Pengumpulan kebutuhan.
Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
2. Membangun prototyping.
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).

3.Evaluasi protoptyping.
Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangi langkah 1, 2 , dan 3
4. Mengkodekan system.
Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai
5.Menguji system.
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain
6.Evaluasi Sistem.
Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan .
7.Menggunakan system.
Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.
Kelebihan:
1.    Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
2.    Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
3.    Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan system
4.    Lebih menghemat waktu dalam pengembangan system
5.    Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.
Kelemahan:
1.    Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.
2.    Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem .
3.    Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.